TVRINews, Kendari
Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara telah menyerap lebih dari 155 ribu ton gabah hingga semester pertama 2026. Capaian tersebut setara sekitar 66,5 persen dari target pengadaan tahun ini yang mencapai 233 ribu ton.
Penyerapan gabah dilakukan melalui kerja sama dengan petani, kelompok tani, dan mitra penggilingan di berbagai daerah di Sulawesi Tenggara. Program ini bertujuan menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani sekaligus memperkuat cadangan beras pemerintah.
Gabah yang telah diolah menjadi beras disimpan di gudang milik Bulog dan gudang sewaan yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara. Selain memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah, stok beras tersebut juga disiapkan untuk mendukung wilayah yang mengalami defisit beras, seperti Sulawesi Utara, Maluku, dan Papua.
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Sulawesi Tenggara, Erdi Baskoro, optimistis target pengadaan gabah tahun 2026 dapat tercapai seiring masih berlangsungnya musim panen.
"Bulog akan terus melakukan penyerapan selama musim panen masih berlangsung, sekaligus memperluas kemitraan dengan penggilingan padi dan kelompok tani agar seluruh hasil panen petani dapat terserap secara maksimal,” ungkapnya, Jumat, 31 Juli 2026.
Optimalisasi penyerapan gabah menjadi bagian dari program nasional Bulog untuk memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan hasil panen dalam negeri. Program ini juga memberi kepastian pasar dan harga bagi petani sesuai ketentuan pemerintah.
Melalui upaya tersebut, Bulog berharap dapat menjaga kesejahteraan petani, menjamin ketersediaan stok pangan, serta memperkuat ketahanan pangan di Sulawesi Tenggara dan tingkat nasional.









