TVRINews, Sulawesi Tenggara
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mematangkan program cetak sawah baru seluas 24.700 hektare pada tahun 2026. Program strategis ini melibatkan 16 kabupaten dan kota serta mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian guna memperkuat ketahanan pangan daerah.
Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan, khususnya padi. Sejumlah daerah yang menjadi sasaran di antaranya Kabupaten Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, dan Bombana.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra, Prof. Muhammad Taufik, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mengoptimalkan lahan tidur yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Desain cetak sawah ditargetkan rampung pada April 2026, dengan pelaksanaan dimulai pada tahun yang sama.
"Program ini diharapkan mampu meningkatkan produksi padi secara signifikan serta memperkuat ketahanan pangan di Sulawesi Tenggara," ujarnya dalam keterangan yang diterima tvrinews.com pada Selasa, 5 Mei 2026.
Untuk mendukung pelaksanaan program, pemerintah provinsi telah membentuk 33 brigade pangan. Setiap brigade beranggotakan 15 orang yang terdiri dari pemilik lahan dan tenaga teknis, termasuk mekanik. Masing-masing brigade akan bertanggung jawab mengelola sekitar 150 hektare lahan pertanian.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai sarana produksi guna menunjang keberhasilan program, di antaranya mesin tanam, traktor roda empat, mesin panen, pompa air, alat semprot, serta bantuan benih dan pupuk bagi petani.
Dengan dukungan dari Kementerian Pertanian serta kesiapan berbagai sumber daya, program cetak sawah ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam meningkatkan ketahanan pangan daerah. Pemerintah optimistis langkah tersebut tidak hanya memperluas lahan pertanian, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani di Sulawesi Tenggara.










