TVRINews, Kendari
Pemerintah Kota Kendari menyiapkan 62 lokus pemeriksaan guna mempercepat deteksi dini dan memutus mata rantai penularan penyakit tuberkulosis (TBC) di tengah masyarakat. Langkah ini merupakan bagian dari penguatan upaya penanggulangan dan eliminasi TBC melalui program Kendari Tuntas TBC.
Program yang dilaksanakan melalui Dinas Kesehatan Kota Kendari ini salah satunya diwujudkan dengan pembentukan Kelurahan Siaga TBC untuk mempercepat penemuan kasus dan penanganan TBC secara gratis.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Kendari, Ellfi, mengajak masyarakat memanfaatkan 62 lokus pemeriksaan TBC yang telah disediakan pemerintah.

"Pemeriksaan terutama dianjurkan bagi masyarakat yang mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan, demam, penurunan berat badan, sering berkeringat pada malam hari tanpa aktivitas, maupun gangguan tidur. Masyarakat yang pernah melakukan kontak erat dengan penderita TBC juga diminta segera menjalani pemeriksaan untuk mengetahui status kesehatannya," ungkapnya.
Seluruh lokus pemeriksaan yang telah ditetapkan difungsikan secara aktif melalui tiga pilar intervensi utama. Pilar pertama berupa identifikasi faktor risiko, dengan memetakan kondisi lingkungan permukiman, khususnya kawasan padat atau lembap yang berpotensi meningkatkan risiko penularan TBC.
Pilar kedua yakni investigasi kontak erat, dengan melacak riwayat kontak dekat dengan pasien TBC aktif, terutama di lingkungan keluarga dan kelompok anak-anak.
Sementara pilar ketiga berupa pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) secara gratis bagi kelompok berisiko tinggi yang berdasarkan hasil skrining menunjukkan indikasi infeksi TBC.
Melalui penguatan deteksi dini, investigasi kontak, pemetaan faktor risiko, serta pemberian terapi pencegahan secara gratis, Pemerintah Kota Kendari berharap program Kendari Tuntas TBC mampu menekan angka penularan sekaligus mempercepat penemuan kasus.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami gejala maupun memiliki riwayat kontak erat dengan penderita TBC. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, mata rantai penularan diharapkan dapat diputus dan target eliminasi TBC di Kota Kendari dapat segera terwujud.










