TVRINews, Sulawesi Tenggara
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mengalokasikan anggaran untuk pengembangan Bandara Betoambari di Kota Baubau. Dana tersebut difokuskan pada pembebasan lahan masyarakat serta perpanjangan landasan pacu (runway) guna meningkatkan kapasitas layanan bandara.
Pada tahap awal, Pemprov Sultra telah merealisasikan anggaran sebesar Rp3,5 miliar pada 2026. Dana tersebut digunakan untuk mendukung tahapan teknis pengembangan, terutama pembebasan lahan yang masuk dalam kawasan keselamatan operasional penerbangan serta kebutuhan perluasan runway.
Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, menyampaikan bahwa dukungan anggaran tersebut mencerminkan komitmen pemerintah provinsi dalam memperkuat konektivitas transportasi udara di wilayah Kepulauan Buton.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga telah menyiapkan tambahan anggaran lebih dari Rp8 miliar untuk melanjutkan pengembangan Bandara Betoambari, termasuk percepatan pembebasan lahan dan pekerjaan fisik perpanjangan runway,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan Bandara Betoambari diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan konektivitas di wilayah Baubau dan Kepulauan Buton.
Dengan peningkatan kapasitas bandara, ke depan diharapkan dapat melayani pesawat berukuran lebih besar, membuka peluang rute penerbangan baru, menekan biaya logistik, serta memperkuat posisi Baubau sebagai pusat konektivitas wilayah kepulauan di Sulawesi Tenggara.
Pemerintah Kota Baubau optimistis pengembangan Bandara Betoambari dapat berjalan bertahap dan berkelanjutan dengan dukungan anggaran dari pemerintah provinsi.










