TVRINews, Kendari
Produksi padi di Kota Kendari sepanjang 2026 dipastikan tetap terjaga meski sejumlah lahan pertanian sempat terdampak banjir. Pada musim tanam pertama, produksi padi tercatat mencapai sekitar 1.500 ton.
Musim tanam pertama yang dimulai pada Januari 2026 telah memasuki masa panen pada Mei lalu. Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Imran Ismail, mengatakan banjir yang sempat melanda sejumlah lahan pertanian tidak memberikan dampak signifikan terhadap produksi padi secara keseluruhan.
“Produksi pada musim tanam pertama tercatat sekitar 1.500 ton atau relatif sama dengan produksi pada tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya, dikutip Selasa, 11 Agustus 2026.
Memasuki musim tanam kedua, tanaman padi saat ini telah berusia sekitar dua bulan. Dinas Pertanian Kota Kendari terus melakukan pemantauan untuk memastikan pertumbuhan tanaman tetap optimal, khususnya dalam menghadapi kondisi musim kemarau.
Sejumlah langkah antisipasi dilakukan, antara lain dengan mempercepat proses tanam serta memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), untuk memantau perkembangan cuaca dan kondisi musim.
Dinas Pertanian juga mendorong petani melakukan berbagai langkah adaptasi terhadap potensi dampak musim kemarau, termasuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Pemerintah Kota Kendari optimistis produksi padi pada musim tanam kedua tetap aman sehingga ketersediaan pangan, khususnya beras, di Kota Kendari dapat dipertahankan hingga akhir 2026.
Upaya menjaga produktivitas tersebut menjadi penting di tengah tantangan perubahan kondisi cuaca dan musim agar produksi pertanian tetap berjalan dan kebutuhan pangan masyarakat Kota Kendari dapat terpenuhi.








