TVRINews, Kendari
Menjelang tahun ajaran 2026/2027, pemerintah mulai melakukan verifikasi data calon siswa Sekolah Rakyat di berbagai daerah, termasuk di Kota Kendari. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program pendidikan gratis bagi anak dari keluarga miskin ekstrem tepat sasaran.
Program Sekolah Rakyat menyasar anak-anak putus sekolah maupun berasal dari keluarga kurang mampu yang masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 2 berdasarkan data nasional.
Proses pendataan dan seleksi menggunakan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional sebagai acuan utama pemerintah dalam menentukan penerima manfaat program sosial.
Seleksi calon siswa dilakukan secara langsung oleh petugas Kementerian Sosial bersama Dinas Sosial daerah.
Sekretaris Dinas Sosial Kota Kendari, Izak Bulo, mengatakan pihaknya telah menerima sejumlah nama calon siswa untuk tahun ajaran 2026/2027. Saat ini, tahap berikutnya adalah verifikasi lapangan untuk memastikan kesesuaian data dengan kondisi sebenarnya di masyarakat.
“Verifikasi dilakukan oleh pendamping Program Keluarga Harapan atau PKH yang didampingi petugas Kementerian Sosial dan Badan Pusat Statistik. Pemeriksaan meliputi kondisi ekonomi keluarga, status pendidikan anak, hingga kelayakan sebagai penerima program,” ujar Izak.
Pemerintah menargetkan Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya pengentasan kemiskinan melalui penyediaan akses pendidikan gratis berbasis asrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Dengan verifikasi yang ketat dan berbasis data, pemerintah berharap program ini benar-benar menyasar kelompok yang membutuhkan sehingga dapat meningkatkan akses pendidikan secara lebih merata dan efektif.










