TVRINews, Kendari
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Sebanyak 750 paket beras premium disiapkan untuk warga yang membutuhkan, khususnya masyarakat kurang mampu. Setiap paket berisi lima kilogram beras.
Zulkifli Hasan mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
"Bantuan ini untuk membantu warga kita di Kendari. Jumlahnya sudah ditentukan dan diutamakan masyarakat kurang mampu," ucap Zulhas.
Penyaluran bantuan dilakukan saat Zulkifli Hasan berada di Kendari, Selasa. Selain menyerahkan bantuan, Menko Pangan juga meninjau kondisi harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di pasar murah yang digelar Pemerintah Kota Kendari.
Dalam kunjungannya, Zulkifli berinteraksi dengan pedagang dan memantau stok sejumlah komoditas, termasuk bawang merah, bawang putih, serta berbagai kebutuhan bumbu dapur.
Menurutnya, harga sebagian besar kebutuhan pokok masih berada pada level yang terjangkau. Namun, beberapa komoditas mengalami kenaikan karena ketersediaan barang yang terbatas.
"Harganya masih terjangkau, tetapi ada pula yang naik karena stok terbatas," kata Zulhas.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Kota Kendari Abdul Rauf menjelaskan, bantuan yang disalurkan melalui program tersebut berupa beras premium kemasan lima kilogram.
"Bantuan ini sebanyak 750 paket untuk warga di Kendari," ungkapnya.
Rauf menyebut penerima bantuan merupakan warga yang berada di sekitar kawasan MTQ Kota Kendari yang tersebar di tujuh kelurahan.
Ia mengapresiasi perhatian pemerintah pusat yang memberikan tambahan bantuan pangan bagi masyarakat Kota Kendari.
"Tentunya kami berterima kasih kepada Menko Pangan yang telah memberikan bantuan bagi masyarakat Kota Kendari," ujarnya.
Rauf memastikan penerima bantuan khusus tersebut bukan termasuk warga yang telah menerima bantuan pangan reguler untuk periode Oktober hingga Desember.
Dengan demikian, bantuan tambahan ini diharapkan dapat menjangkau masyarakat lain yang masih membutuhkan dukungan pangan.
Rauf juga menegaskan seluruh bantuan diberikan secara cuma-cuma dan tidak dipungut biaya.
"Bantuan ini gratis, tidak ada embel-embel atau bayaran. Kalau ada, kami minta dilaporkan," ujarnya.
Masyarakat diminta segera melapor apabila menemukan pihak yang meminta bayaran dalam proses penyaluran bantuan.
Pemerintah berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban pengeluaran masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pangan warga yang membutuhkan tetap terpenuhi.










