TVRINews, Kendari
Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Hingga saat ini, lebih dari 60 ribu rekening pelajar telah dibuka sebagai upaya membudayakan kebiasaan menabung sejak usia dini.
Peluncuran program Simpanan Pelajar (SimPel) yang digelar di halaman Balai Kota Kendari menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program nasional KEJAR. Berdasarkan data Pemerintah Kota Kendari, sekitar 90 persen pelajar telah memiliki rekening tabungan.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengatakan kepemilikan rekening tabungan tidak hanya bertujuan memperluas akses layanan keuangan formal, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi pelajar untuk belajar mengelola keuangan secara bijak sejak dini. Menurutnya, budaya gemar menabung perlu terus ditanamkan melalui dukungan sekolah, guru, serta orang tua di lingkungan keluarga.
Dari sekitar 55 ribu siswa SD dan SMP di Kota Kendari, lebih dari 50 ribu pelajar telah memiliki rekening tabungan. Pemerintah Kota Kendari menargetkan seluruh pelajar dapat memiliki rekening sebagai bagian dari implementasi Program Nasional KEJAR.
"Kami menargetkan seluruh pelajar di Kota Kendari dapat mengoperasikan rekening tabungan secara aktif," ujar Siska, dikutip Kamis, 23 Juli 2026.
Kepala Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampa), Fuad Zain, menyampaikan cakupan penjaminan simpanan di Sulawesi Tenggara telah mencapai 99,98 persen. Kondisi tersebut diharapkan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat, termasuk pelajar, untuk memanfaatkan layanan perbankan.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, mengapresiasi sinergi Pemerintah Kota Kendari bersama Bank Indonesia, LPS, Bank Sultra, BPR Bahteramas, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta seluruh satuan pendidikan dalam menyukseskan Program Nasional KEJAR.
Menurutnya, meningkatnya jumlah pelajar yang memiliki rekening menunjukkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda terus berkembang ke arah yang lebih baik.
"Capaian ini menunjukkan semangat menabung yang mulai tumbuh. Yang lebih penting, rekening tersebut harus terus aktif digunakan secara rutin," pungkas Bismi.










