TVRINews, Sulawesi Tenggara
Tingkat kehilangan air pada jaringan Perumda Tirta Anoa Kota Kendari mulai mengalami penurunan. Setelah dilakukan pembenahan jaringan dan evaluasi terhadap sejumlah sambungan pelanggan, angka kehilangan air yang sebelumnya mencapai 71 persen kini berhasil ditekan menjadi sekitar 51 persen.
Perumda Tirta Anoa terus melakukan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat. Pembenahan dilakukan tidak hanya pada jaringan distribusi, tetapi juga menyasar kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Hasil evaluasi menunjukkan kinerja Perumda Tirta Anoa yang sebelumnya masuk kategori sakit, mengalami peningkatan menjadi kurang sehat pada 2025. Meski demikian, persoalan kehilangan air masih menjadi pekerjaan rumah bagi perusahaan.

Direktur Utama Perumda Tirta Anoa Kendari, Sukriyaman, mengakui persentase kehilangan air saat ini masih cukup tinggi jika dibandingkan dengan standar nasional.
“Angka kehilangan air memang masih cukup tinggi dan belum mencapai standar nasional. Kalau sebelumnya berada di 71 persen, sekarang sudah berhasil kami turunkan menjadi sekitar 51 persen,” ujar Sukriyaman.
Standar kehilangan air secara nasional berada di kisaran 30 persen. Artinya, Perumda Tirta Anoa masih perlu melakukan berbagai langkah untuk menekan angka tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melakukan kalibrasi jaringan serta mengevaluasi sambungan air yang dinilai tidak sesuai.
Sukriyaman menjelaskan, kehilangan air pada jaringan terbagi menjadi dua jenis, yakni kehilangan teknis dan nonteknis.
Kehilangan nonteknis antara lain berkaitan dengan sambungan yang tidak sesuai maupun faktor administrasi. Sementara kehilangan teknis dapat berupa kebocoran yang terlihat maupun kebocoran yang sulit terdeteksi karena terjadi di bawah permukaan.
“Kehilangan air kami kelompokkan menjadi teknis dan nonteknis. Untuk yang nonteknis sudah kami benahi secara bertahap. Sementara kebocoran teknis ada yang bisa terlihat langsung dan ada pula yang tidak terlihat, dan bagian ini masih terus kami tangani,” jelasnya.
Menurut Sukriyaman, kebocoran yang tidak terlihat menjadi salah satu tantangan karena membutuhkan proses pendeteksian dan penanganan yang lebih kompleks.
Perumda Tirta Anoa berkomitmen melanjutkan pembenahan secara bertahap, baik melalui perbaikan jaringan maupun pengawasan terhadap sambungan air. Langkah tersebut diharapkan mampu menurunkan tingkat kehilangan air sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi.
Perusahaan juga berharap perbaikan yang dilakukan dapat berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan, sehingga kebutuhan air bersih masyarakat Kota Kendari dapat terpenuhi dengan lebih optimal.










