TVRINews, Kendari
Pemerintah pusat meningkatkan perhatian terhadap pembangunan sektor pendidikan di Provinsi Sulawesi Tenggara melalui penambahan jumlah sekolah yang menerima program revitalisasi pada tahun 2026. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mempercepat pemerataan kualitas pendidikan sekaligus meningkatkan kenyamanan proses belajar mengajar.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 pemerintah mengalokasikan anggaran revitalisasi bagi 348 satuan pendidikan di Sulawesi Tenggara dengan nilai mencapai sekitar Rp328 miliar.
"Bantuan revitalisasi insyaallah bertambah, kalau tahun lalu 348 satuan pendidikan dan kemungkinan akan bertambah 580 satuan pendidikan," ujarnya.
Penambahan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat sarana dan prasarana pendidikan agar mampu menunjang proses pembelajaran yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas.

Menurut Fajar, program revitalisasi tidak hanya berfokus pada perbaikan bangunan sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerataan layanan pendidikan, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur. Dengan tersedianya fasilitas belajar yang lebih layak, diharapkan kualitas pendidikan di berbagai daerah dapat meningkat secara merata.
Pemerintah juga menilai pembangunan infrastruktur pendidikan merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Karena itu, peningkatan jumlah sekolah penerima program revitalisasi menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional.
Melalui program tersebut, pemerintah berharap pemerataan kualitas pendidikan di Sulawesi Tenggara dapat semakin cepat terwujud. Revitalisasi sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan representatif bagi peserta didik maupun tenaga pendidik di seluruh wilayah provinsi.










