TVRINews, Kendari
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Sulawesi Tenggara memprediksi sekitar 89 persen wilayah Sulawesi Tenggara mulai memasuki musim hujan pada Desember 2026.
Meski sifat musim hujan diprakirakan normal di sebagian besar wilayah, durasinya berpotensi lebih pendek dibandingkan kondisi normal.
Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Sulawesi Tenggara, Adlian Afe Annie, menjelaskan berdasarkan prediksi awal musim hujan 2026-2027, sebanyak 18 zona musim diprakirakan mengalami sifat musim hujan normal.
Wilayah tersebut meliputi Kolaka Utara, sebagian Kolaka Timur, Kolaka, sebagian Konawe dan Konawe Utara, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, Kota Kendari, Bombana, Buton Utara, Buton Tengah, Buton Selatan, Muna, Muna Barat, dan Wakatobi.
Sementara itu, satu zona musim yang mencakup sebagian besar Konawe Utara, sebagian kecil Kolaka Timur, serta sebagian kecil Konawe diprakirakan mengalami sifat musim hujan di atas normal.
“Secara umum, kita memiliki musim dengan curah hujan yang cenderung normal, jadi tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering. Namun, durasi musim hujannya lebih pendek dibandingkan dengan musim-musim hujan pada tahun sebelumnya,” jelas Adlian.
BMKG juga memperkirakan sekitar 47 persen wilayah Sulawesi Tenggara mengalami pemendekan durasi musim hujan hingga tiga dasarian dibandingkan kondisi normalnya.
Dasarian merupakan periode waktu selama 10 hari. Dengan demikian, pemendekan tiga dasarian setara dengan sekitar 30 hari.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama sektor yang bergantung pada ketersediaan air dan pola curah hujan, seperti pertanian dan pengelolaan sumber daya air.
BMKG mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan memanfaatkan informasi prakiraan musim sebagai bahan pertimbangan dalam merencanakan kegiatan. Informasi tersebut juga penting untuk mendukung upaya mitigasi bencana hidrometeorologi.
Dengan memahami perkiraan awal dan durasi musim hujan, masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan kegiatan dengan potensi curah hujan di wilayah masing-masing.










