TVRINews, Kendari
DP3A Kota Kendari catat 56 kasus hingga Juni 2026, tingkat kesadaran melapor masyarakat dinilai semakin membaik.
Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Kendari menunjukkan tren peningkatan sepanjang tahun 2026. Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kendari, hingga Juni 2026 tercatat sebanyak 56 kasus kekerasan yang telah dilaporkan masyarakat.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 32 kasus merupakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), sedangkan 24 kasus lainnya merupakan kekerasan terhadap anak. Meski demikian, pemerintah menilai meningkatnya jumlah laporan tidak sepenuhnya mencerminkan bertambahnya angka kekerasan, melainkan juga menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan setiap tindak kekerasan yang terjadi.
Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3A Kota Kendari, Sari Handayani, mengatakan kemudahan akses pelaporan melalui layanan Call Center 112 menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat lebih berani menyampaikan pengaduan. Dengan adanya layanan tersebut, berbagai kasus yang sebelumnya tidak terungkap kini dapat segera ditangani oleh pemerintah.
"Setiap laporan yang diterima akan ditindaklanjuti secara komprehensif. Penanganan tidak hanya berfokus pada proses hukum, tetapi juga mencakup pendampingan psikologis bagi korban, pendampingan hukum, serta koordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait guna memastikan hak-hak korban terpenuhi," ujarnya.
DP3A Kota Kendari menegaskan bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, partisipasi masyarakat dalam melaporkan setiap dugaan tindak kekerasan dinilai sangat penting agar korban segera memperoleh perlindungan dan pendampingan yang dibutuhkan.
Pemerintah Kota Kendari mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap bentuk kekerasan terhadap perempuan maupun anak. Pelaporan yang cepat diharapkan dapat mempercepat proses penanganan, melindungi korban, serta mencegah terjadinya kekerasan berulang di lingkungan masyarakat.










