TVRINews, Kendari
Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Kendari mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan perjalanan ibadah haji khusus dan umrah. Warga diminta lebih teliti dalam memilih biro perjalanan dengan memastikan legalitasnya melalui instansi resmi.
Tingginya minat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji khusus dan umrah, di tengah panjangnya masa tunggu haji reguler, turut mendorong pesatnya pertumbuhan jasa penyelenggara perjalanan ibadah. Di Kota Kendari, jumlah travel haji dan umrah tercatat mencapai lebih dari 100 perusahaan, baik berskala nasional maupun lokal.
Namun, kondisi tersebut juga membuka peluang terjadinya tindak penipuan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Kendari, Sunardin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan berbagai penawaran yang tidak masuk akal.
"Warga harus waspada terhadap modus penipuan haji dan umrah. Pastikan travel yang dipilih terdaftar dan memiliki izin resmi. Masyarakat bisa langsung mengecek ke kantor kementerian untuk memastikan legalitasnya," ujar Sunardin, Selasa, 5 Mei 2026.
Ia menegaskan, masyarakat juga perlu mencermati penawaran biaya umrah yang terlalu murah. Saat ini, biaya perjalanan ibadah umrah umumnya berada di kisaran di atas Rp30 juta.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memilih travel resmi dan terpercaya, diharapkan kasus penipuan perjalanan ibadah haji dan umrah dapat diminimalisir.










