TVRINews, Kendari
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Kondisi yang perlu diwaspadai meliputi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai petir dan angin kencang.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie, mengatakan hasil analisis dinamika atmosfer menunjukkan adanya potensi peningkatan aktivitas cuaca, terutama pada malam hari di beberapa wilayah Sulawesi Tenggara.
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang adalah Kabupaten Konawe Utara dan Kolaka Utara. Kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta memicu dampak hidrometeorologi, seperti genangan air dan pohon tumbang.
"Kami mengimbau warga untuk waspada, terutama pada malam hari, karena terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai guntur atau petir serta angin kencang di wilayah Kabupaten Konawe Utara dan Kolaka Utara," ujar Faizal.
Selain itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi angin kencang di wilayah pesisir dan kepulauan. Kecepatan angin diperkirakan dapat mencapai 15 knot atau sekitar 30 kilometer per jam, terutama di wilayah Wakatobi, Buton Selatan, dan Bombana.
Berdasarkan prakiraan cuaca, kondisi cuaca di Sulawesi Tenggara pada pagi hingga dini hari umumnya cerah berawan hingga berawan. Namun, hujan ringan berpotensi terjadi di Kolaka Utara dan Buton Selatan pada pagi hari.
Sementara itu, pada siang hingga sore hari, hujan ringan diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Kolaka Utara, Buton, Buton Tengah, dan Buton Selatan.
Memasuki malam hari, hujan dengan intensitas sedang diperkirakan mengguyur Konawe Utara dan Kolaka Utara, sedangkan Kabupaten Kolaka berpotensi mengalami hujan ringan. Pada dini hari, cuaca diprakirakan kembali relatif stabil dengan kondisi cerah berawan hingga berawan di sebagian besar wilayah Sulawesi Tenggara.
BMKG mencatat suhu udara di Sulawesi Tenggara berkisar antara 24 hingga 32 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara 65 hingga 95 persen. Angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 2–30 kilometer per jam.
Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi dampak cuaca ekstrem, seperti pohon tumbang, genangan air, dan berkurangnya jarak pandang saat berkendara. BMKG juga mengimbau warga untuk terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi risiko yang dapat ditimbulkan oleh perubahan cuaca.










