TVRINews, Sulawesi Tenggara
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menerima bantuan hewan kurban dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Seekor sapi jenis simental bernama “Gendowor” dengan bobot mencapai 1,1 ton dipilih sebagai hewan kurban Presiden setelah dinyatakan sehat dan memenuhi seluruh persyaratan kesehatan hewan kurban.
Sapi berusia empat tahun tersebut merupakan milik Syarif, peternak asal Desa Pombulaa Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan. Presiden Prabowo membeli sapi tersebut dengan harga sekitar Rp109 juta. Dengan ukuran tubuh yang besar serta kondisi fisik yang prima, “Gendowor” terpilih sebagai salah satu hewan kurban Presiden pada Iduladha tahun ini.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara, Muhammad Taufik, menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto menyalurkan sebanyak 18 ekor sapi kurban untuk Sulawesi Tenggara. Sebanyak 17 ekor diperuntukkan bagi kabupaten dan kota, sedangkan satu ekor diberikan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.
Menurutnya, seluruh sapi bantuan Presiden telah melalui pemeriksaan kesehatan secara ketat oleh tim dokter hewan dan petugas kesehatan hewan. Pemeriksaan mencakup kondisi fisik, bobot badan, kebersihan kandang, hingga deteksi berbagai penyakit ternak guna memastikan hewan dalam kondisi sehat dan layak dijadikan kurban.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh sapi bantuan Presiden dinyatakan sehat, bebas dari penyakit, dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban,” kata Syarif, dikutip Jumat, 22 Mei 2026.
Sementara itu, Syarif mengaku bangga sekaligus terharu karena sapi yang dipeliharanya selama empat tahun dipilih langsung sebagai hewan kurban Presiden. Ia mengatakan “Gendowor” merupakan hasil inseminasi buatan yang dikembangkan melalui program pembinaan dan pengembangan peternakan dari Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sulawesi Tenggara.
Menurutnya, keberhasilan sapi tersebut terpilih sebagai hewan kurban Presiden menjadi bukti bahwa program pengembangan peternakan yang dijalankan pemerintah daerah mampu menghasilkan ternak unggulan dengan kualitas dan produktivitas yang tinggi.
Terpilihnya “Gendowor” tidak hanya menjadi kebanggaan bagi peternak lokal, tetapi juga menunjukkan keberhasilan sektor peternakan Sulawesi Tenggara dalam menghasilkan sapi unggulan yang mampu bersaing dan memenuhi standar nasional.
Pemerintah daerah berharap pencapaian ini dapat memotivasi para peternak untuk terus meningkatkan kualitas budidaya ternak sehingga mampu mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di daerah.










