TVRINews, Kendari
Minat masyarakat Sulawesi Tenggara menggunakan transportasi laut masih tergolong tinggi. PT PELNI Cabang Kendari mencatat permintaan tiket pada berbagai rute pelayaran terus meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat.
Kepala Cabang PT PELNI Kendari, Andi Ramadan, mengatakan antusiasme masyarakat menggunakan kapal PELNI terus menunjukkan tren positif. Salah satu armada andalan, KM Tilongkabila, rata-rata mengangkut 400 hingga 500 penumpang pada setiap pelayaran, baik untuk rute utara maupun selatan.
Sementara itu, kapal perintis KM Sabuk Nusantara 78 juga mencatat tingkat okupansi yang tinggi. Dalam satu kali pelayaran, jumlah penumpang kerap melebihi 500 orang. Sebagian besar penumpang memanfaatkan kapal tersebut untuk menuju Bobong, Tikong, dan sejumlah wilayah lainnya.

(Foto: Kepala Cabang PT PELNI Kendari, Andi Ramadan)
“Tingginya permintaan tiket membuat sebagian calon penumpang belum mendapatkan kursi di kapal PELNI. Untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat, sebagian penumpang dialihkan menggunakan kapal swasta Persada 10 yang melayani rute yang sama,” ujar Andi Ramadan, Jumat, 24 Juli 2026.
Selain tingginya jumlah penumpang, antusiasme masyarakat juga terlihat pada program diskon tarif tiket sebesar 30 persen yang diberikan pemerintah melalui PT PELNI. Program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat hingga kuota nasional habis dimanfaatkan sebelum masa berlakunya berakhir pada Agustus 2026.
Andi menilai tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa transportasi laut masih menjadi pilihan utama bagi warga Sulawesi Tenggara, terutama untuk perjalanan antarpulau.
PT PELNI Kendari, lanjutnya, akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan serta memastikan kebutuhan transportasi masyarakat dapat terpenuhi melalui armada yang tersedia.









