TVRINews, Sulawesi Tenggara
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara mengapresiasi program Polisi Peduli Pendidikan yang dilaksanakan Polda Sulawesi Tenggara (Sultra). Program yang menjadi bagian dari Quick Wins Kapolri tersebut dinilai strategis untuk memperkuat pendidikan karakter sekaligus mencegah berbagai persoalan sosial di kalangan pelajar.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Mukhtar, mengatakan keterlibatan kepolisian dapat mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif. Kehadiran polisi secara langsung di sekolah juga dinilai dapat memperkuat sinergi antara kepolisian, guru, orang tua, dan pelajar.
Menurut Mukhtar, program Polisi Peduli Pendidikan tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan edukasi dan pencegahan terhadap berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu perkembangan generasi muda.
Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian di antaranya tawuran antarpelajar, perundungan atau bullying, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, penyebaran hoaks, hingga praktik judi daring. Melalui program tersebut, kepolisian diharapkan turut menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesadaran hukum sejak dini.
Mukhtar menilai, keterlibatan kepolisian juga dapat membantu sekolah menangani persoalan yang membutuhkan dukungan di luar kewenangan dan kapasitas tenaga pendidik.

(Foto: Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Mukhtar)
“Kapolda menjalankan program kepolisian, yaitu Polisi Peduli Pendidikan. Kehadiran Kapolda di SMA Negeri 4 Kendari ini menjadi trigger atau penggerak awal bagi polisi bersama Dewan Pendidikan untuk melihat hal-hal yang perlu didukung di luar kurikulum, seperti masalah narkoba, bullying, dan tawuran. Untuk persoalan yang tidak mampu dijangkau oleh guru dan kepala sekolah, polisi akan bersama kita,” ujar Mukhtar, dikutip Rabu, 28 Oktober 2026.
Ia menegaskan, Dikbud Sultra mendukung kolaborasi antara kepolisian dan dunia pendidikan sebagai langkah preventif untuk melindungi pelajar dari berbagai pengaruh negatif. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat peran guru dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Dikbud Sultra juga berharap kegiatan pendampingan dan sosialisasi yang dilakukan kepolisian dapat berlangsung secara berkelanjutan serta menjangkau lebih banyak sekolah di wilayah Sulawesi Tenggara.
Melalui sinergi tersebut, pelajar diharapkan tidak hanya memahami kedisiplinan dan hukum, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, bertanggung jawab, serta mampu menghindari perilaku yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan.
Kolaborasi antara kepolisian dan dunia pendidikan ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif, sekaligus mempersiapkan generasi muda Sulawesi Tenggara yang berkualitas dan berdaya saing.










