TVRINews, Kendari
Pemerintah mulai membangun tiga Kampung Nelayan Merah Putih di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, sebagai bagian dari program prioritas nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama di Kelurahan Pudai, Kecamatan Abeli. Sementara itu, dua lokasi lainnya berada di Kelurahan Sambuli dan Kelurahan Tondonggeu, Kecamatan Nambo.
Program tersebut didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 dengan total anggaran sebesar Rp11,81 miliar.
Alokasi anggaran untuk Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Sambuli dan Tondonggeu lebih besar karena menggunakan metode pembangunan di atas perairan.
Pemerintah menargetkan seluruh pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu 135 hari kerja. Berbagai fasilitas penunjang akan dibangun, antara lain tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, kios perbekalan nelayan, sumur bor, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), hingga pabrik es portabel untuk mendukung aktivitas nelayan.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengatakan sekitar 80 persen masyarakat di tiga kelurahan tersebut berprofesi sebagai nelayan, dengan total mencapai 1.139 kepala keluarga.
Menurutnya, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
"Harapan kami, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tidak berhenti pada tiga lokasi ini. Ke depan akan kami usulkan penambahan titik pembangunan sehingga semakin banyak masyarakat nelayan yang merasakan manfaatnya. Kami juga berharap para nelayan dapat memanfaatkan seluruh fasilitas yang diberikan dengan sebaik-baiknya," ujar Siska.
Selain meningkatkan kualitas permukiman dan sarana penunjang perikanan, program ini diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan nasional melalui penguatan sektor perikanan tangkap.
Pemerintah juga mendorong terbentuknya ekosistem usaha yang terintegrasi antara nelayan, koperasi, dan pasar agar hasil tangkapan dapat dipasarkan secara lebih efektif, meningkatkan nilai tambah produk perikanan, serta memperkuat perekonomian masyarakat pesisir.










