TVRINews, Kendari
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Tenggara terus diperluas. Hingga 30 September 2026, program ini telah menjangkau 704.066 penerima manfaat yang tersebar di 17 kabupaten dan kota, dengan dukungan 282 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ribuan pemasok, serta tenaga kerja lokal.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Tenggara, Iman Widhiyanto, mengatakan pelaksanaan program MBG di Sulawesi Tenggara tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak terhadap perekonomian daerah.
Dari total 282 SPPG yang beroperasi, program ini telah melibatkan 1.969 pemasok atau supplier yang mendukung rantai pasok kebutuhan pangan, mulai dari penyediaan bahan makanan hingga pendistribusian ke SPPG untuk selanjutnya disalurkan kepada penerima manfaat.
“Sampai dengan 30 September 2026, sudah ada sekitar 282 SPPG yang beroperasi di Sultra dan 704.066 penerima manfaat, baik anak sekolah, ibu hamil, maupun bapak dan ibu guru. Kemudian, kita melibatkan 1.969 pemasok, dan realisasi penyaluran MBG di Sulawesi Tenggara mencapai Rp1,53 triliun. Untuk SPPG di Sultra, program ini menyerap kurang lebih 13 ribu tenaga kerja,” ungkap Iman Widhiyanto.
Selain memperluas akses masyarakat terhadap makanan bergizi, program MBG turut menggerakkan aktivitas ekonomi melalui keterlibatan petani, nelayan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta tenaga kerja yang terlibat dalam operasional SPPG.
Hingga akhir September 2026, sekitar 13 ribu tenaga kerja lokal, termasuk juru masak, kurir, dan pekerja lainnya, telah terserap dalam pelaksanaan program tersebut. Para pekerja ini juga telah terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
Dari sisi anggaran, realisasi pelaksanaan program MBG di Sulawesi Tenggara telah mencapai sekitar Rp1,53 triliun berdasarkan data SINTESA. Capaian ini menunjukkan besarnya dukungan anggaran sekaligus potensi perputaran ekonomi yang dihasilkan melalui keterlibatan berbagai sektor usaha di daerah.
Ke depan, penguatan rantai pasok lokal perlu diimbangi dengan peningkatan pengawasan mutu,
keamanan pangan, dan efektivitas distribusi. Langkah ini penting untuk memastikan ketersediaan bahan pangan tetap terjaga, kualitas makanan memenuhi standar, serta penyaluran program berjalan lancar.
Dengan cakupan penerima manfaat yang terus berkembang, program MBG di Sulawesi Tenggara diharapkan tidak hanya mendukung pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat perekonomian daerah melalui pemberdayaan pemasok dan penyerapan tenaga kerja lokal.










