TVRINews, Kendari
Kelangkaan minyak goreng bersubsidi merek Minyakita masih terjadi di Pasar Mandonga, Kota Kendari. Kondisi ini telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir dan membuat masyarakat kesulitan mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau di tengah kenaikan harga minyak goreng non-subsidi.
Minyakita yang selama ini menjadi pilihan utama masyarakat karena harganya lebih murah dibandingkan minyak goreng premium, hingga kini belum kembali tersedia di sejumlah lapak pedagang. Para pedagang mengaku sudah lama tidak menerima pasokan dari distributor.
Salah seorang pedagang minyak goreng di Pasar Mandonga, Muhammad Supwan, mengatakan pasokan Minyakita biasanya datang secara rutin setiap pekan melalui distributor. Namun, dalam beberapa bulan terakhir distribusi tersebut terhenti.
“Biasanya pasokan Minyakita datang setiap minggu, tapi sekarang sudah beberapa bulan tidak ada kiriman lagi,” ujar Supwan.
Ia menyebutkan, setiap hari pembeli masih terus mencari Minyakita karena harganya mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah dan jauh lebih murah dibandingkan minyak goreng premium.
Sementara itu, harga minyak goreng premium di pasar tersebut terus mengalami kenaikan. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp20.000 per liter, kini naik menjadi sekitar Rp24.000 hingga Rp25.000 per liter. Kondisi ini membuat permintaan terhadap Minyakita semakin tinggi.
Para pedagang berharap distribusi Minyakita dapat segera kembali normal agar kebutuhan masyarakat terpenuhi dan stabilitas harga minyak goreng di pasar tetap terjaga.
Hingga saat ini, pedagang hanya dapat menyediakan minyak goreng merek lain sebagai alternatif sambil menunggu kepastian pasokan dari distributor.










