TVRINews, Buton
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026 yang dilaksanakan Kodim 1413/Buton resmi dibuka di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. Kegiatan yang akan berlangsung selama 30 hari hingga akhir Juli 2026 ini difokuskan pada pembangunan infrastruktur desa serta berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, TMMD ke-129 menyasar sejumlah desa di wilayah Kabupaten Buton dengan mengedepankan pembangunan fisik dan nonfisik. Pada sasaran fisik, TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat membangun jembatan penghubung yang menjadi akses utama menuju kawasan pertanian, pembuatan sumur bor, serta sejumlah sarana dan prasarana umum lainnya yang dibutuhkan masyarakat.
Selain pembangunan infrastruktur, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik berupa penyuluhan dan sosialisasi di bidang pendidikan, kesehatan, serta pertanian. Program tersebut turut dilengkapi dengan pembekalan wawasan kebangsaan, cinta tanah air, hingga sosialisasi mengenai proses rekrutmen prajurit TNI.
Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra mengatakan TMMD merupakan wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.

(Foto: Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra)
”Program ini tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan pembinaan,” Ujarnya pada Kamis 16 Juli 2026.
Sementara itu, Komandan Korem 143/Halu Oleo, Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto, menegaskan bahwa TMMD merupakan implementasi nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui program tersebut, pembangunan diarahkan pada kebutuhan masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh warga.
TMMD ke-129 di Kabupaten Buton melibatkan ratusan personel gabungan dari Kodim 1413/Buton dan Batalyon 823 Raja Wakaaka, dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Buton, Polri, serta partisipasi aktif masyarakat.
Selama satu bulan pelaksanaan, seluruh pihak diharapkan dapat bekerja sama menyukseskan program tersebut agar hasil pembangunan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.










