TVRINews, Baubau
Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan bantuan sektor pertanian senilai lebih dari Rp30 miliar kepada Pemerintah Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Bantuan tersebut difokuskan untuk memperkuat ketahanan pangan melalui penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), pembangunan infrastruktur irigasi, serta peningkatan produktivitas lahan pertanian.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau, Abdul Wahid, mengatakan bantuan alsintan yang diterima mencapai sekitar Rp1,6 miliar. Selain itu, Kementan juga mengalokasikan sekitar Rp600 juta untuk pembangunan dam parit, irigasi perpompaan, dan jaringan irigasi air tanah yang dikerjakan secara swakelola oleh kelompok tani.
“Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kota Baubau,” ujar Abdul Wahid.
Ia menjelaskan, Kementerian Pertanian juga telah menyelesaikan pembangunan dua unit Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di wilayah Kampeonaho dan Kaisabu dengan nilai investasi sekitar Rp2 miliar. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan air bagi lahan pertanian, khususnya untuk mendukung produksi padi.
Selain itu, Kota Baubau juga memperoleh proyek pembangunan tujuh unit Jaringan Irigasi Air Tanah dengan total anggaran sekitar Rp28 miliar. Proyek tersebut dilengkapi sumur bor berkapasitas besar beserta jaringan distribusi air yang dikerjakan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Pembangunan jaringan irigasi ini akan memperluas layanan air bagi lahan pertanian sehingga produktivitas petani dapat terus meningkat,” katanya.
Program tersebut juga mencakup pembangunan jaringan irigasi tersier di enam titik serta pengembangan jaringan irigasi sekunder untuk mendukung kebutuhan air di kawasan pertanian.
Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau, produksi padi pada 2025 mencapai sekitar 12.400 ton. Meski demikian, pemerintah daerah tetap mengantisipasi potensi penurunan produksi akibat cuaca ekstrem dan ancaman El Nino.
Melalui dukungan sarana dan infrastruktur pertanian tersebut, Pemerintah Kota Baubau berharap produktivitas pertanian tetap terjaga sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah.










