TVRINews, Kendari
Dinas Kesehatan Kota Kendari terus memperkuat upaya pengendalian tuberkulosis (TBC) melalui peningkatan deteksi dini dan perluasan akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Hingga Mei 2026, sebanyak 2.758 warga dari kelompok berisiko telah menjalani skrining TBC di berbagai fasilitas kesehatan.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan 730 kasus baru TBC yang selanjutnya mendapatkan penanganan dan pendampingan sesuai standar pelayanan kesehatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kendari, Elfi, mengatakan penemuan kasus melalui skrining menjadi langkah penting untuk mempercepat pengobatan sekaligus menekan potensi penularan di masyarakat.
“Deteksi dini menjadi kunci pengendalian TBC. Semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat pula pengobatan diberikan sehingga risiko penularan dapat diminimalkan,” ujar Elfi.
Menurutnya, TBC masih menjadi salah satu penyakit menular yang memerlukan perhatian serius karena penyebarannya relatif cepat, terutama pada kelompok masyarakat yang memiliki faktor risiko tertentu.
Untuk mendukung penanganan pasien, Dinas Kesehatan Kota Kendari menggandeng sekitar 50 fasilitas pelayanan kesehatan yang tersebar di seluruh wilayah kota. Fasilitas tersebut melayani pemeriksaan, diagnosis, hingga pengobatan bagi pasien TBC.
“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang mudah dan pengobatan yang tepat tanpa kendala,” katanya.
Selain penguatan layanan kesehatan, Dinas Kesehatan juga terus mengedukasi masyarakat untuk menghapus stigma terhadap penderita TBC. Elfi menegaskan bahwa TBC bukan penyakit keturunan dan dapat disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan secara rutin hingga tuntas.
Seluruh layanan pemeriksaan dan pengobatan TBC di Kota Kendari saat ini diberikan secara gratis. Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala atau memiliki riwayat kontak dengan penderita TBC.
Melalui penguatan skrining, perluasan akses layanan, serta edukasi yang berkelanjutan, Pemerintah Kota Kendari optimistis angka kesembuhan pasien TBC dapat terus meningkat sekaligus menekan laju penularan penyakit tersebut di tengah masyarakat.










