TVRINews, Kendari
Antrean panjang kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, kembali terlihat di sejumlah SPBU di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Kondisi tersebut bahkan berdampak pada kelancaran arus lalu lintas di beberapa ruas jalan, terutama pada jam sibuk.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, memastikan panjangnya antrean kendaraan di SPBU bukan disebabkan keterbatasan stok bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, salah satu faktor yang memicu antrean panjang adalah meningkatnya transaksi BBM bersubsidi jenis Pertalite yang menggunakan sistem barcode.
“Kalau melihat Kondisi yang ada ketersediaan bbm itu sudah cukup artinya masih dalam batas wajar, mengapa ada antian karena ada sistem barcode saat sebelum mengisi karena itu subsidi,” ujarnya, Senin, 14 September 2026.
Setiap transaksi Pertalite harus melalui proses pemindaian dan verifikasi. Proses tersebut membuat waktu pelayanan setiap kendaraan menjadi lebih lama dibandingkan pembelian BBM nonsubsidi. Penerapan sistem barcode dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran serta mencegah penyalahgunaan dalam pembelian.
Sementara terkait informasi kelangkaan Pertalite di tingkat pengecer, Andi Sumangerukka mengaku belum melakukan pengecekan secara langsung di lapangan.
“Saat ini kita belum belum liat sampai kesana tapi nanti setiap hari senin ada rapat inlasi disana juga nanti ada pertamina,” jelasnya
Namun, persoalan tersebut akan dikonfirmasi kepada pihak Pertamina dalam rapat pengendalian inflasi yang rutin digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara setiap Senin. Pemerintah juga akan mengevaluasi kondisi distribusi BBM secara menyeluruh, termasuk memastikan tidak terjadi gangguan pasokan maupun penyaluran yang dapat merugikan masyarakat.
Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi sebelumnya mencatat adanya perubahan pola konsumsi BBM di Sulawesi Tenggara. Hingga akhir Agustus 2026, penjualan Pertalite tercatat mengalami peningkatan dibandingkan kondisi normal. Sebaliknya, penjualan Pertamax justru mengalami penurunan.
Pertamina menyebut peningkatan permintaan Pertalite menjadi salah satu faktor yang memengaruhi dinamika pelayanan dan antrean di sejumlah SPBU. Untuk mengantisipasi antrean semakin panjang, Pertamina terus mengoptimalkan distribusi dengan memprioritaskan penyaluran ke SPBU yang memiliki tingkat kebutuhan tinggi.
Pengaturan antrean dan pengawasan transaksi BBM bersubsidi juga diperkuat guna mencegah pembelian berulang maupun transaksi yang tidak sesuai ketentuan. Pertamina memastikan stok Pertalite dan Pertamax tetap tersedia serta mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan menggunakan BBM bersubsidi secara tepat sasaran.










