TVRINews, Kendari
Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari mencatat penyaluran minyak goreng subsidi melalui program bantuan pangan pemerintah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ketersediaan MinyaKita di pasaran dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, mengakui bahwa stok minyak goreng subsidi yang berasal dari Perum Bulog saat ini memang mengalami keterbatasan di tengah masyarakat. Kondisi tersebut terlihat dari berkurangnya pasokan Minyak Kita yang tersedia di sejumlah pasar dan titik penjualan.
Menurut Abdul Rauf, salah satu penyebab utama berkurangnya ketersediaan minyak goreng subsidi di pasaran adalah adanya program bantuan pangan pemerintah yang kini tidak hanya menyalurkan beras, tetapi juga minyak goreng subsidi kepada masyarakat penerima manfaat.
Ia menjelaskan, pada tahun ini bantuan pangan yang sebelumnya hanya berupa beras telah ditambah dengan Minyak Kita sebagai bagian dari upaya pemerintah membantu kebutuhan pokok masyarakat.
“Untuk Kota Kendari, pada periode Februari hingga Maret, bantuan pangan disalurkan kepada sekitar 27 ribu kepala keluarga penerima manfaat. Masing-masing menerima 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng,” ujarnya pada 10 Juni 2026.
Dengan besarnya jumlah minyak goreng yang dialokasikan untuk program bantuan tersebut, pasokan yang beredar di pasar secara otomatis mengalami pengurangan. Akibatnya, masyarakat lebih sulit menemukan Minyak Kita dibandingkan periode sebelumnya.
Abdul Rauf menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Kota Kendari, tetapi juga dirasakan di berbagai daerah di Sulawesi Tenggara bahkan secara nasional. Hal ini menunjukkan bahwa berkurangnya ketersediaan minyak goreng subsidi merupakan dampak dari kebijakan distribusi yang berlangsung secara luas.
Meski demikian, ia memastikan bahwa stok minyak goreng non-subsidi atau minyak goreng premium di Kota Kendari masih dalam kondisi aman dan relatif melimpah. Masyarakat masih dapat memperoleh berbagai merek minyak goreng komersial yang tersedia di pasaran.
Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan bersama Bulog terus berupaya menjaga stabilitas pasokan dan mencari solusi agar ketersediaan minyak goreng subsidi dapat kembali memenuhi kebutuhan masyarakat di pasaran. Dengan langkah tersebut, diharapkan distribusi Minyak Kita dapat kembali normal dan mudah diakses oleh masyarakat yang membutuhkan.










