TVRINews, Wakatobi
Nelayan di Desa Kulati, Kabupaten Wakatobi, mulai menerapkan sistem pengelolaan perikanan gurita berbasis kearifan lokal yang dikenal dengan metode Ro’omi. Sistem ini dikembangkan sebagai upaya menjaga kelestarian sumber daya laut sekaligus meningkatkan hasil tangkapan dan pendapatan nelayan setempat.
Penerapan sistem Ro’omi dilakukan oleh Kelompok Nelayan Poassa Nuhada bersama Pemerintah Desa Kulati dan Balai Taman Nasional Wakatobi. Melalui mekanisme ini, kawasan penangkapan gurita ditutup sementara dalam periode tertentu agar populasi gurita dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sebelum kembali dibuka untuk aktivitas penangkapan.
Ketua Kelompok Nelayan Poassa Nuhada, Nyong Tomia, menjelaskan bahwa Ro’omi merupakan praktik pengelolaan laut berbasis kearifan lokal yang telah lama dikenal masyarakat pesisir.
“Dengan pengaturan waktu buka-tutup area tangkap, nelayan dapat memperoleh hasil tangkapan yang lebih baik sekaligus menjaga keberlanjutan gurita untuk masa depan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, kelompok nelayan mendapat dukungan hibah dari program Tropical Forest and Coral Reefs Conservation Act (TFCCA). Dukungan tersebut dimanfaatkan untuk membantu identifikasi kawasan, penetapan lokasi pengelolaan, serta penyusunan aturan lokal yang disepakati bersama masyarakat.
Penentuan kawasan Ro’omi dilakukan melalui musyawarah warga dengan mempertimbangkan potensi sumber daya gurita, kondisi ekosistem perairan, serta aspek keberlanjutan. Pendekatan partisipatif ini dinilai penting agar masyarakat memiliki rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kawasan tersebut.
Penerapan sistem Ro’omi tidak hanya berfokus pada konservasi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi nelayan. Dengan adanya masa penutupan kawasan, hasil tangkapan gurita saat pembukaan kembali diharapkan meningkat, baik dari sisi jumlah maupun ukuran, sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi.
Keberhasilan inisiatif ini menjadi bukti bahwa konservasi sumber daya laut dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Desa Kulati diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan perikanan berkelanjutan berbasis kearifan lokal di wilayah Wakatobi.










