TVRINews, Kolaka Utara
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kolaka Utara mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara.
Kepala BPBD Kolaka Utara, Mukramin, meminta warga yang tinggal di kawasan pegunungan, bantaran sungai, maupun wilayah pesisir agar lebih waspada terhadap ancaman bencana seperti tanah longsor, banjir bandang, hingga gelombang tinggi.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya kejadian bencana alam dalam beberapa waktu terakhir di sejumlah daerah di Sulawesi Tenggara, seperti banjir dan tanah longsor yang dipicu tingginya intensitas curah hujan.
“Terkait dengan kondisi cuaca akhir-akhir ini sudah memasuki kategori ekstrem. Kita harus mewaspadai daerah-daerah lain di Sulawesi Tenggara yang terjadi banjir dan longsor di mana-mana, sehingga ini menjadi kewaspadaan kita bersama,” ujar Mukramin.
Ia menjelaskan, BPBD Kolaka Utara sebelumnya telah menggelar rapat kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem tahun 2026 sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Mukramin menekankan, masyarakat di wilayah pegunungan perlu mewaspadai potensi tanah longsor, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi berlangsung dalam waktu lama. Warga diminta memperhatikan kondisi tanah di sekitar permukiman, termasuk munculnya retakan atau pergeseran lereng.
Sementara itu, masyarakat yang bermukim di bantaran sungai diimbau waspada terhadap potensi banjir bandang akibat meningkatnya debit air saat hujan deras. Warga juga diminta segera mengungsi ke tempat lebih aman jika kondisi air mulai meluap dan membahayakan.
Untuk masyarakat pesisir, BPBD mengingatkan agar nelayan lebih berhati-hati terhadap potensi gelombang tinggi dan cuaca buruk di perairan. Nelayan diminta memperhatikan informasi cuaca sebelum melaut untuk menghindari risiko kecelakaan.
Selain itu, BPBD Kolaka Utara juga mengimbau masyarakat untuk aktif memantau informasi cuaca melalui perangkat telepon genggam, khususnya aplikasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Langkah ini dinilai penting agar masyarakat dapat memperoleh peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem.
Dengan peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama, BPBD berharap dampak bencana akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan.










