TVRINews, Kendari
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, memperkuat langkah antisipasi kebakaran lahan selama musim kemarau. Sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi kebakaran kini mulai dipetakan untuk memudahkan upaya pencegahan dan penanganan.
BPBD Kota Kendari mencatat risiko kebakaran lahan cenderung meningkat saat kondisi cuaca kering. Beberapa kejadian kebakaran lahan juga telah dilaporkan dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi tersebut diperkirakan masih perlu diwaspadai hingga memasuki puncak musim kemarau. Karena itu, pemetaan wilayah rawan menjadi salah satu langkah mitigasi yang dilakukan BPBD untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran.
Kepala BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, mengatakan lahan kosong dan area pertanian milik masyarakat menjadi lokasi yang perlu mendapat perhatian lebih. Kondisi lahan yang kering dinilai dapat memperbesar risiko terjadinya kebakaran.

“Potensi kebakaran lahan memang ada. Beberapa kecamatan masih memiliki cukup banyak lahan kosong yang perlu diwaspadai, di antaranya Kecamatan Puuwatu, Tobuuha, Watulondo, Poasia, Kadia, dan Baruga,” ujar Cornelius.
Menurutnya, pemetaan dilakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau. Langkah tersebut juga diperlukan agar petugas dapat lebih cepat mengetahui lokasi yang membutuhkan penanganan apabila terjadi kebakaran.
Selain pemetaan, BPBD Kota Kendari memperkuat koordinasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran dan PDAM.
Sinergi tersebut diarahkan untuk mempercepat mobilisasi petugas dan dukungan air ketika terjadi kebakaran lahan. Koordinasi lintas instansi juga menjadi bagian dari upaya mengurangi dampak bencana akibat kondisi cuaca kering.
BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api, terutama di lahan terbuka dan kawasan yang memiliki vegetasi kering.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum api meluas dan membahayakan permukiman maupun lingkungan sekitar.
BPBD Kota Kendari memastikan upaya pemantauan dan mitigasi akan terus dilakukan selama musim kemarau guna menekan risiko kebakaran lahan di sejumlah wilayah.










