TVRINews, Kendari
Pembangunan gerai fisik Koperasi Kelurahan Merah Putih atau KKMP di Kota Kendari terus dilakukan. Hingga akhir September 2026, dari 13 titik yang ditargetkan, sebanyak 10 gerai telah rampung secara fisik.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Kendari, Syarifuddin, mengatakan pembangunan 10 gerai KKMP tersebut telah mencapai 100 persen. Pembangunan dikerjakan oleh PT Agrinas bekerja sama dengan Kodim 1417 Kendari.
Sementara itu, tiga titik lainnya masih dalam tahap penyelesaian pembangunan fisik. Dari 10 gerai yang telah rampung, enam titik mulai melengkapi sejumlah fasilitas pendukung, seperti jaringan internet, listrik, etalase, kendaraan, dan perlengkapan lainnya.
Keenam gerai tersebut berada di Kelurahan Punggaloba, Baruga, Puuwatu, Lepo-Lepo, Anawai, dan Bungkutoko. Seluruhnya kini menjalani proses verifikasi dan validasi untuk memastikan kesiapan sebelum dioperasikan.
“Dari 13 titik yang dibangun, saat ini sudah ada 10 titik yang gerainya sudah rampung 100 persen. Kemudian dari 10 itu, sudah ada enam titik yang sementara melengkapi perlengkapannya seperti perlengkapan gerai, kendaraan, dan juga fasilitas-fasilitas lain. Sekarang ini kita sementara verifikasi dan validasi, ketika nanti akan dianggap layak untuk beroperasi,” ujar Syarifuddin, dikutip Kamis, 1 Oktober 2026.
Pemerintah Kota Kendari menargetkan seluruh 13 gerai KKMP yang menjadi prioritas tahun ini dapat dioperasikan pada 2026. Namun, pemerintah kota masih menghadapi kendala ketersediaan lahan di sejumlah kelurahan.
Tercatat sekitar 17 kelurahan belum memiliki lahan milik pemerintah kota maupun lahan berstatus BMN atau BMD. Salah satunya adalah Kelurahan Mataiwoi. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkot Kendari masih menunggu arahan dari kementerian terkait, termasuk opsi pembebasan lahan oleh pemerintah.
Sementara itu, sembilan titik lainnya memanfaatkan lahan milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang telah mendapat persetujuan, serta sejumlah lahan milik kementerian dan lembaga, termasuk ATR/BPN.
Meski pembangunan fisik sebagian gerai telah selesai, hingga akhir September 2026 belum ada gerai fisik hasil pembangunan PT Agrinas yang resmi beroperasi. Kondisi tersebut disebabkan masih berlangsungnya proses pemenuhan fasilitas pendukung dan verifikasi kelayakan.
Syarifuddin mengatakan, dari 13 gerai yang menjadi target pembangunan tahap ketiga, enam gerai telah memasuki proses verifikasi dan validasi. Setelah tahapan tersebut selesai, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan atau BPKP akan melakukan reviu sebelum hasilnya diserahkan kepada Kementerian Koperasi dan selanjutnya kepada pemerintah daerah.
“Target dari kementerian, yang 13 gerai ini akan beroperasi di tahun 2026. Di batch ketiga ini ada enam KKMP yang sekarang sudah verifikasi dan validasi karena beberapa perlengkapan sudah ada, walaupun masih kurang sedikit. Diharapkan nanti setelah verifikasi dan validasi ini, kemudian dari BPKP akan melakukan reviu untuk nanti diserahkan ke Kementerian Koperasi, selanjutnya akan diserahkan ke pemerintah daerah,” tambah Syarifuddin.










