TVRINews, Kendari
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari menemukan dugaan penyalahgunaan kode QR BBM bersubsidi saat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Ketiga lokasi yang diperiksa tersebut meliputi SPBU Bonggoeya, SPBU Puuwatu, dan SPBU Rabam. Sidak dilakukan bersama Pemerintah Kota Kendari dan pihak Pertamina menyusul maraknya aduan masyarakat yang mengaku kode QR milik mereka dipakai oleh pihak lain tanpa izin.
Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, La Ode Ashar, mengungkapkan bahwa dalam peninjauan lapangan pihaknya menemukan indikasi kuat pengisian BBM jenis Pertalite maupun Solar yang tidak sesuai dengan identitas asli kendaraan.
"Kita temukan banyak hal saat sidak, salah satunya penggunaan QR code yang tidak sesuai. Artinya, petugas nosel mengisi BBM kepada kendaraan yang sesungguhnya bukan pemiliknya," ujar Ashar di sela-sela inspeksi.
Merespons temuan tersebut, pihak pengelola SPBU beralasan ketidaksesuaian itu terjadi lantaran adanya oknum pengendara yang menggunakan pelat nomor gantung atau palsu saat mengantre.
Namun, DPRD Kota Kendari menduga ada praktik permainan atau kerja sama antara oknum petugas nosel SPBU dan pengendara. Oknum petugas diduga memfasilitasi penggunaan kode QR milik orang lain demi mendapatkan imbalan uang tunai. Tarif tembakan kode QR ini disinyalir berkisar Rp5.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp10.000 untuk kendaraan roda empat.
Untuk membuktikan dugaan transaksi ilegal tersebut, DPRD Kota Kendari telah meminta Pertamina mengusut tuntas dan membuka rekaman kamera pengawas (CCTV) di SPBU Puuwatu, terutama untuk rekaman tanggal 20 Agustus dan 8 September 2026.
Menanggapi polemik ini, Sales Branch Manager Sultra Dua Fuel Pertamina, Didi Rushadi, mengimbau konsumen yang mendapati kode QR-nya terpakai pihak lain agar segera melakukan pemulihan akun (reset) mandiri.
"Konsumen bisa melakukan reset melalui aplikasi MyPertamina maupun laman resmi Subsidi Tepat MyPertamina," kata Didi.
Sebagai langkah antisipasi berulang, Pertamina berjanji akan menyediakan Booth Bantuan Subsidi Tepat serta memasang spanduk edukasi di setiap SPBU. Masyarakat yang mengalami kendala penyalahgunaan kode QR juga diminta langsung melapor ke petugas SPBU terdekat atau menghubungi Call Center Pertamina 135.










