TVRINews, Kendari
Antrean kendaraan untuk pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah SPBU di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, mulai berangsur normal. Kondisi ini terjadi usai Pertamina menambah kuota penyaluran dan mempercepat jam pelayanan BBM.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat kini jauh lebih terurai dan kondusif dibanding hari-hari sebelumnya.
Guna mengurai penumpukan, Pertamina memajukan jam pelayanan penyaluran Pertalite dari yang sebelumnya pukul 05.00 WITA menjadi pukul 04.00 WITA. Langkah ini efektif mempercepat proses pelayanan sejak pagi hari.
Selain penyesuaian jadwal, pasokan Pertalite untuk tiap SPBU juga ditambah. Kuota harian yang sebelumnya 24 kiloliter per hari, kini bertambah 8 kiloliter menjadi 32 kiloliter per hari. Penyaluran BBM bersubsidi ini pun dipastikan tetap berjalan setiap hari, termasuk hari Minggu.
Untuk menjaga pemerataan, Pertamina bersama pengelola SPBU menyepakati aturan pembatasan pembelian. Kendaraan roda empat dibatasi maksimal 40 liter per pengisian, sedangkan kendaraan roda dua dibatasi maksimal Rp100.000. Jika antrean melonjak, batas pembelian motor dapat disesuaikan menjadi Rp40.000.
Pengawas SPBU, Nasrun, mengonfirmasi bahwa skema ini merupakan hasil kesepakatan bersama demi menjaga kelancaran distribusi.
"Kemarin kami rapat dengan Pertamina dan sepakat untuk wilayah Kota Kendari, mobil dibatasi 40 liter dan motor maksimal Rp100 ribu sekali isi. Kalau antrean masih panjang, batas untuk motor kita kurangi jadi Rp40 ribu," ungkap Nasrun.
Meski situasi mulai terkendali, pihak SPBU menilai penambahan dispenser khusus Pertalite masih sangat dibutuhkan untuk memaksimalkan kecepatan pelayanan pada jam-jam padat. Masyarakat juga diimbau untuk selalu menaati ketentuan pembelian BBM bersubsidi agar penyaluran berlangsung tertib dan merata.










