TVRINews, Kendari
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara menyiapkan lebih dari 66 ribu kuota bagi calon murid baru jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dikbud Sultra, Aris Badara, mengatakan total kuota yang disediakan mencapai lebih dari 66 ribu kursi. Jumlah tersebut terdiri atas lebih dari 44 ribu kursi untuk SMA dan lebih dari 22 ribu kursi untuk SMK.
“Kuota tersebut tersebar di 395 satuan pendidikan yang terdiri atas 274 SMA dan 121 SMK di 17 kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara,” ujar Aris Badara.
Ia menjelaskan, proses pendaftaran SPMB akan berlangsung pada 22 Juni hingga 1 Juli 2026. Pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi SPMB Dikbud Sultra maupun secara luring di sekolah tujuan pada pukul 09.00 hingga 16.00 WITA.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, hasil seleksi akan diumumkan pada 3 Juli 2026. Selanjutnya, peserta yang dinyatakan lolos diwajibkan melakukan daftar ulang pada 6 hingga 8 Juli 2026.
Sementara itu, pengumuman pengisian kursi yang masih kosong dijadwalkan pada 9 Juli 2026. Adapun proses daftar ulang susulan akan berlangsung pada 13 hingga 17 Juli 2026.
Aris Badara menambahkan, terdapat empat jalur penerimaan yang dapat dipilih calon murid pada pelaksanaan SPMB tahun ini, yakni jalur domisili, afirmasi, mutasi, dan prestasi.
Jalur domisili diperuntukkan bagi calon murid yang berdomisili di wilayah tertentu dengan syarat memiliki Kartu Keluarga yang diterbitkan minimal satu tahun sebelum pendaftaran. Jalur afirmasi ditujukan bagi siswa dari keluarga kurang mampu serta penyandang disabilitas.
Sementara itu, jalur mutasi diperuntukkan bagi calon murid yang mengikuti perpindahan tugas orang tua atau wali. Adapun jalur prestasi diberikan kepada siswa yang memiliki capaian akademik maupun nonakademik.
“Kami berharap seluruh proses SPMB dapat berjalan secara transparan, objektif, akuntabel, dan berkeadilan sehingga setiap calon murid memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan menengah,” kata Aris.
Dikbud Sultra optimistis pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 dapat mendukung pemerataan akses pendidikan serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan menengah di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.










