TVRINews, Kendari
Bank Indonesia (BI) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali melaksanakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 sebagai upaya menjaga kedaulatan negara melalui penyediaan uang rupiah layak edar di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).
Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi salah satu wilayah strategis pelaksanaan ekspedisi tahun ini. Kegiatan ditandai dengan pelepasan KRI Pulau Rimau-724 dari Pangkalan TNI AL Kendari.
Ekspedisi yang berlangsung selama beberapa hari tersebut menyasar sejumlah pulau di Sultra, mulai dari Wakatobi hingga Pulau Runduma. Pelaksanaannya melibatkan sinergi penuh antara BI dan TNI AL, dengan pengoperasian satu kapal perang yang diawaki sekitar 60 kru serta didampingi 15 personel Bank Indonesia.
Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Noviyanto, menegaskan bahwa tujuan utama ekspedisi ini adalah memastikan ketersediaan dan kualitas uang rupiah di wilayah kepulauan.
“Melalui kegiatan ini, kami memastikan kualitas uang yang beredar tetap terjaga serta memudahkan masyarakat di wilayah terpencil untuk mendapatkan akses terhadap uang rupiah layak edar,” ujarnya.
Sementara itu, Komandan Lanal Kendari, Kolonel Laut (P) Dedi Wardana, menyampaikan bahwa ekspedisi ini tidak hanya membawa layanan kas keliling, tetapi juga misi kemanusiaan untuk masyarakat setempat.
“Selain distribusi uang, kami juga melaksanakan bakti sosial, penyaluran bantuan sembako, serta perbaikan fasilitas publik di wilayah yang disinggahi,” katanya.
Kegiatan ERB di Sulawesi Tenggara digelar pada 5–11 Mei 2026, dengan puncak acara pada 10 Mei berupa bakti sosial dan kegiatan “panggung prajurit” sebagai bentuk kedekatan TNI dengan masyarakat.
Melalui kampanye Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, Ekspedisi Rupiah Berdaulat diharapkan dapat memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat di wilayah terpencil serta mendorong peningkatan kesejahteraan ekonomi daerah.










