TVRINews, Kendari
Musim kemarau yang masih berlangsung meningkatkan ancaman kekeringan di sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara, termasuk Kota Kendari. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah karena berpotensi mengganggu ketersediaan air untuk lahan pertanian dan menyebabkan gagal panen.
Dinas Pertanian Kota Kendari terus memantau kondisi persawahan, khususnya di kawasan Amohalo, Kecamatan Baruga, yang merupakan salah satu sentra pertanian di Kota Kendari.
Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Imran Ismail, mengatakan sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan untuk menghadapi dampak musim kemarau. Selain melakukan pemantauan rutin, pihaknya menyiagakan pompa air yang dapat digunakan secara bergiliran sesuai kebutuhan kelompok tani.
“Menurut BMKG, kita sedang menghadapi musim kemarau yang cukup panjang. Yang kami lakukan adalah terus melakukan pemantauan di lapangan, khususnya di kawasan persawahan. Sebagai langkah antisipasi, sebelumnya kami telah memberikan bantuan 11 unit pompa air yang tersedia, ditambah bantuan dari Dinas Pertanian Provinsi sebanyak dua unit,” jelas Imran, dikutip Rabu, 26 Agustus 2026.
Kota Kendari juga telah menerima bantuan pompa air dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk menjaga pasokan air ke lahan pertanian selama musim kemarau.
Sebelumnya, Dinas Pertanian Kota Kendari telah menyalurkan 11 unit pompa air mobile yang dapat digunakan untuk mengairi lahan yang mengalami kekurangan air.
Berdasarkan hasil pemantauan, sekitar 16 hingga 20 hektare sawah di kawasan Amohalo berpotensi mengalami puso atau gagal panen apabila kondisi kekeringan terus berlanjut dan pasokan air tidak segera ditangani.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Kendari terus berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai guna menyiapkan langkah penanganan lanjutan. Jika sumber air semakin terbatas, dukungan pompa air mobile diharapkan dapat dikerahkan untuk membantu mengalirkan air ke areal persawahan yang membutuhkan.
Pemerintah berharap berbagai langkah antisipasi tersebut mampu menjaga ketersediaan air hingga tanaman padi memasuki masa panen. Dengan demikian, ancaman gagal panen dapat ditekan dan produktivitas petani tetap terjaga di tengah musim kemarau.










