TVRINews, Sulawesi Tenggara
Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Sulawesi Tenggara hingga akhir Maret 2026 menunjukkan capaian positif. Total penyaluran telah menembus angka Rp1,1 triliun yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Tenggara, Iman Widhiyanto, mengungkapkan bahwa hingga akhir Maret 2026 total penyaluran KUR di Sultra mencapai Rp1,1 triliun. Dana tersebut disalurkan kepada 20.728 debitur yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.
”Untuk wilayah dengan penyaluran terbesar, Kota Kendari menempati posisi teratas dengan nilai mencapai Rp169,84 miliar kepada 1.982 debitur. Disusul Kabupaten Muna sebesar Rp157,42 miliar untuk 3.967 debitur, Kabupaten Kolaka sebesar Rp154,37 miliar kepada 2.506 debitur, serta Kabupaten Konawe dengan penyaluran Rp134,02 miliar kepada 2.187 debitur," ujar Iman, Jumat, 8 Mei 2026.
Sementara dari sisi penyalur, program KUR di Sulawesi Tenggara masih didominasi sejumlah perbankan nasional dan daerah, di antaranya Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Sultra, serta Bank Tabungan Negara.
Program KUR menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mendukung permodalan bagi pelaku UMKM. Dengan akses pembiayaan yang lebih mudah, para pelaku usaha diharapkan mampu mengembangkan usaha serta meningkatkan produktivitas.
Ke depan, Kanwil DJPb Sulawesi Tenggara berharap penyaluran KUR dapat terus meningkat sehingga akses pembiayaan semakin luas dan mampu menggerakkan roda perekonomian daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.










