TVRINews, Kendari
Setiap daerah memiliki potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, mulai dari keindahan alam, budaya, kuliner khas, hingga kerajinan tradisional. Melalui pengelolaan yang kreatif dan berkelanjutan, potensi tersebut tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengembangan desa wisata.
Desa wisata kini menjadi salah satu alternatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pengembangannya tidak harus seragam karena setiap desa memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda.
Prof. Rosnawintang mengatakan bahwa potensi lokal merupakan salah satu faktor penting dalam menggerakkan ekonomi kreatif di desa. Potensi tersebut dapat berupa wisata alam, seperti pantai, pegunungan, dan air terjun, maupun kekayaan budaya, tradisi, kuliner khas, kerajinan, serta produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pengembangan potensi lokal dapat menciptakan berbagai aktivitas ekonomi yang melibatkan masyarakat secara langsung. Warga dapat berperan sebagai pengelola homestay, pemandu wisata, pelaku usaha kuliner, perajin, seniman, hingga produsen suvenir dan oleh-oleh khas daerah.
Keunikan dan keaslian menjadi nilai tambah dalam pengembangan desa wisata. Wisatawan tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga memperoleh pengalaman mengenal kehidupan masyarakat, mencicipi kuliner tradisional, serta mempelajari budaya dan tradisi setempat.
Menurut Rosnawintang, pengembangan ekonomi desa perlu disesuaikan dengan potensi yang telah dimiliki dan kegiatan ekonomi yang selama ini dijalankan masyarakat. Potensi tersebut perlu dieksplorasi lebih jauh agar mampu mendorong kreativitas dan menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar.
“Agar bisa mendorong ekonomi di desa, sebaiknya dikembangkan sesuai dengan potensi ekonomi lokal. Potensi tersebut, seperti kerajinan atau usaha yang sedang digeluti masyarakat, bisa lebih dieksplorasi untuk mendorong tumbuhnya kreativitas masyarakat,” jelas Rosnawintang, Senin, 26 Oktober 2026.
Selain pengembangan produk dan layanan wisata, keberhasilan desa wisata juga memerlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas, dan generasi muda. Promosi melalui media digital serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi langkah penting agar potensi desa semakin dikenal luas.
Dengan pengelolaan yang tepat, desa wisata tidak hanya menjadi sarana untuk menarik kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka lapangan usaha, memperkuat identitas budaya, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pada akhirnya, pengembangan desa wisata menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam mengelola kekayaan lokal sekaligus membangun kemandirian ekonomi daerah.










