TVRINews, Kendari
Pemerintah Kota Kendari mulai melakukan penataan kawasan Lapangan Benu-Benua untuk menjadikannya sebagai pusat aktivitas olahraga terpadu sekaligus ruang publik yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Penataan kawasan tersebut dilakukan melalui pembangunan sejumlah fasilitas pendukung, yang ditargetkan rampung pada akhir 2026. Pemerintah berharap Lapangan Benu-Benua ke depan tidak hanya menjadi tempat berolahraga, tetapi juga menjadi pusat kegiatan masyarakat dan pengembangan ekonomi kreatif.
Melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kendari, pemerintah akan membangun jogging track berbahan rubber berstandar internasional, melakukan penataan area parkir, serta memperbaiki sistem drainase untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan kawasan.
Selain pembangunan fasilitas baru, gedung olahraga yang telah berdiri sejak era 1980-an juga akan direnovasi. Bangunan tersebut nantinya akan difungsikan sebagai fasilitas olahraga indoor, khususnya untuk cabang olahraga bulu tangkis.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Kendari, Ridha Wahyuni Nappu, mengatakan penataan Lapangan Benu-Benua mencakup pembangunan berbagai fasilitas penunjang agar kawasan tersebut lebih representatif.

(Foto: Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Kendari, Ridha Wahyuni Nappu)
"Penataan Lapangan Benu-Benua meliputi pembangunan jogging track dengan material rubber sesuai standar, penataan area parkir, pembangunan drainase, serta rehabilitasi gedung olahraga yang nantinya akan digunakan sebagai tempat olahraga indoor," ujar Ridha.
Menurut Ridha, kawasan Lapangan Benu-Benua memiliki potensi besar karena didukung lahan yang cukup luas. Namun, selama ini pemanfaatannya belum maksimal sebagai ruang publik dan pusat aktivitas olahraga masyarakat.
Dengan adanya penataan tersebut, Pemerintah Kota Kendari menargetkan kawasan ini mampu menjadi wadah bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM.
Selain meningkatkan aktivitas olahraga, keberadaan fasilitas baru ini diharapkan dapat mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara.
Saat ini, pembangunan jogging track masih memasuki tahap proses lelang pekerjaan fisik dan pengawasan. Pemerintah menargetkan fasilitas tersebut selesai pada Oktober 2026 dan dapat mulai digunakan pada November 2026.










