TVRINews, Kendari
Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, terus memperkuat upaya eliminasi tuberkulosis atau TBC melalui kegiatan tracing atau pelacakan kasus serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Kegiatan yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kota Kendari bersama UPTD BLUD Puskesmas Poasia tersebut menjadi bagian dari program Kendari Tuntas TB untuk mempercepat penemuan kasus dan memutus rantai penularan TBC di masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Hasria, mengatakan pelaksanaan tracing dilakukan untuk menemukan kasus secara lebih dini, terutama terhadap masyarakat yang memiliki risiko tertular dari pasien TBC.
"Melalui kegiatan tracing, petugas kesehatan melakukan deteksi dini terhadap kasus baru, menelusuri kontak erat pasien positif, melakukan kunjungan rumah, serta memeriksa masyarakat yang mengalami gejala TBC agar segera mendapatkan penanganan dan pengobatan," ujar Hasria.
Sasaran utama kegiatan ini mencakup keluarga yang tinggal serumah dengan pasien TBC, masyarakat dengan keluhan batuk lebih dari dua pekan, serta kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia.
Melalui deteksi dini, pemerintah berharap kasus TBC dapat ditemukan sejak awal sehingga pengobatan dapat segera diberikan dan risiko penularan di lingkungan masyarakat dapat ditekan.
Hasria menjelaskan, Puskesmas Poasia menjadi lokasi awal pelaksanaan program karena wilayah tersebut memiliki jumlah temuan kasus TBC tertinggi di Kota Kendari. Setelah dilakukan di Poasia, kegiatan tracing akan diperluas secara bertahap ke seluruh wilayah Kota Kendari.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Kendari, hingga saat ini jumlah temuan kasus baru TBC telah mencapai lebih dari 929 kasus. Angka tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk terus meningkatkan upaya pencegahan, penemuan, serta pengobatan pasien TBC.
Hasria mengajak masyarakat untuk tidak takut maupun merasa malu menjalani pemeriksaan TBC. Menurutnya, penyakit tersebut dapat disembuhkan apabila pasien mendapatkan pengobatan secara tepat dan disiplin.
"TBC merupakan penyakit menular yang dapat disembuhkan. Masyarakat tidak perlu takut untuk memeriksakan diri karena layanan pemeriksaan dan pengobatan telah tersedia secara gratis di fasilitas kesehatan," katanya.
Pemerintah Kota Kendari berharap melalui penguatan tracing, pemeriksaan dini, dan kepatuhan menjalani pengobatan, angka penularan TBC dapat terus ditekan sehingga target eliminasi TBC dapat tercapai dan masyarakat dapat hidup lebih sehat serta produktif.









