TVRINews, Sulawesi Tenggara
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) terus memperkuat sektor kesehatan sebagai salah satu program prioritas pembangunan tahun 2026. Berbagai langkah strategis disiapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus mempercepat penurunan angka stunting yang hingga kini masih berada di atas target nasional.
Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara, Andi Edy Surahmat, mengatakan peningkatan layanan kesehatan menjadi perhatian utama pemerintah daerah sesuai arahan Gubernur Sulawesi Tenggara. Program yang disiapkan mencakup perluasan akses pelayanan kesehatan yang merata, cepat, dan responsif hingga menjangkau wilayah terpencil dan pelosok daerah.
Menurutnya, selain penguatan pelayanan kesehatan dasar, pemerintah daerah juga memfokuskan perhatian pada percepatan penanganan stunting yang masih menjadi tantangan pembangunan sumber daya manusia di Sulawesi Tenggara.
Berdasarkan data Surveilans Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2025, prevalensi stunting di Sulawesi Tenggara tercatat sebesar 26,1 persen. Angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan target nasional yang ditetapkan sebesar 23 persen. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat berbagai program intervensi guna menekan angka stunting secara signifikan.
“Penanganan stunting menjadi salah satu prioritas utama karena berkaitan langsung dengan kualitas generasi masa depan. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama lintas sektor agar target penurunan dapat tercapai,” ujar Andi, dikutip Jumat, 22 Mei 2026.
Upaya percepatan penurunan stunting dilakukan melalui pendekatan terpadu yang tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi juga mencakup perbaikan sanitasi lingkungan, penyediaan akses air bersih, pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan sosial keluarga.
Dinas Kesehatan Sultra juga memusatkan intervensi pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode tersebut dinilai sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga menjadi fokus utama dalam program pencegahan stunting.
Pelaksanaan program dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kabupaten dan kota, fasilitas kesehatan, serta kader kesehatan di tingkat masyarakat. Sinergi lintas sektor diharapkan mampu mempercepat pencapaian target penurunan stunting secara berkelanjutan.
Dengan berbagai program yang telah disiapkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara optimistis angka stunting dapat ditekan pada tahun 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai modal pembangunan daerah di masa depan.










