TVRINews, Konawe Selatan
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Amokuni, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, akhirnya rampung. Kehadiran jembatan penghubung ini membuka kembali akses masyarakat yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan mobilitas, terutama saat musim hujan.
Jembatan yang menghubungkan Desa Amokuni dengan Desa Lameuru tersebut kini telah dapat dimanfaatkan warga, khususnya masyarakat di Dusun III dan Dusun IV yang sebelumnya kerap mengalami kesulitan melintas akibat tingginya debit air.
Sebelum jembatan dibangun, akses antarwilayah sering terputus ketika hujan deras mengguyur. Kondisi itu berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari perjalanan anak-anak menuju sekolah, kebutuhan sehari-hari warga, hingga aktivitas petani dalam membawa dan memasarkan hasil perkebunan.
Salah seorang warga Desa Amokuni, Ndiki, menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan jembatan tersebut. Ia mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat di wilayah pelosok.
"Kami sangat bersyukur dengan adanya pembangunan jembatan ini. Akses masyarakat menjadi lebih mudah dan aktivitas sehari-hari tidak lagi terkendala seperti sebelumnya," ujar Ndiki.
Sementara itu, Danramil Ranomeeto Kapten Infanteri Herman menjelaskan, pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Kepala Staf Angkatan Darat untuk membantu membangun kembali jembatan yang terputus di berbagai daerah.
Menurut Herman, setelah dilakukan pendataan dan pengecekan wilayah binaan, Jembatan Amokuni menjadi salah satu prioritas karena memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat.
"Setelah dilakukan pendataan dan pengecekan di wilayah binaan, jembatan di Desa Amokuni menjadi salah satu prioritas karena sangat dibutuhkan masyarakat. Sebanyak 30 kepala keluarga atau sekitar 230 jiwa menggantungkan akses mobilitasnya pada jembatan tersebut," jelas Herman.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda dimulai pada akhir April 2026 dan berhasil diselesaikan pada akhir Juli 2026. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus memberikan akses yang lebih aman bagi masyarakat.
Dengan beroperasinya jembatan ini, aktivitas pendidikan, perekonomian, dan pelayanan masyarakat di Desa Amokuni serta wilayah sekitarnya diharapkan semakin lancar.
Kehadiran infrastruktur tersebut juga menjadi harapan baru bagi warga untuk meningkatkan produktivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan pedesaan.









