TVRINews, Sulawesi Tenggara
Rencana pembangunan Jembatan Muna-Buton di Sulawesi Tenggara memasuki tahapan pemeriksaan keamanan desain secara independen. Salah satu tahapan yang akan dilakukan yakni pengujian terowongan angin di Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN di Jakarta.
Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting sebelum pembangunan fisik dimulai. Jembatan Muna-Buton dirancang menghubungkan Pulau Muna dan Pulau Buton sekaligus memperkuat konektivitas transportasi antarpulau di Sulawesi Tenggara.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional atau BPJN Sulawesi Tenggara Haryono mengatakan, desain Jembatan Muna-Buton telah rampung sejak 2025. Namun, desain tersebut masih harus melewati proses pemeriksaan independen untuk memastikan aspek keamanan dan kelayakannya.
“Desain Jembatan Muna-Buton sudah selesai tahun lalu. Namun, tahun ini masih ada proses pengecekan desain atau Independent Proof Check karena jembatan ini memiliki bentang tengah yang cukup panjang, sekitar 700 meter,” ujar Haryono.
Menurut Haryono, bentang utama jembatan yang mencapai sekitar 700 meter serta lokasinya yang berada di atas laut menjadi alasan pemeriksaan desain dilakukan secara lebih mendalam.
Selain itu, lokasi jembatan berada pada jalur pelayaran yang dilalui kapal-kapal berukuran besar. Karena itu, aspek keselamatan konstruksi dan ketahanan struktur menjadi perhatian utama sebelum pembangunan dimulai.

Salah satu tahapan pemeriksaan berupa uji terowongan angin akan dilakukan di fasilitas BRIN Jakarta. Saat ini, BPJN Sultra masih menunggu jadwal atau undangan dari BRIN untuk pelaksanaan pengujian tersebut.
Setelah seluruh pengujian selesai, hasil pemeriksaan desain selanjutnya akan dibahas bersama tim pakar Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan atau KKJTJ.
Tim tersebut akan melibatkan sejumlah ahli yang memiliki kompetensi di bidang jembatan bentang panjang. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan desain memenuhi standar keamanan sebelum masuk ke tahap konstruksi.
BPJN Sultra menargetkan seluruh rangkaian pemeriksaan desain dapat diselesaikan pada akhir Desember 2026. Jika desain telah memperoleh rekomendasi dari KKJTJ dan dukungan anggaran pemerintah tersedia, pembangunan fisik Jembatan Muna-Buton diharapkan dapat segera dilanjutkan.
Jembatan tersebut nantinya diharapkan menjadi akses penghubung baru bagi masyarakat Pulau Muna dan Pulau Buton. Kehadirannya juga diproyeksikan mempercepat mobilitas orang dan barang serta mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap layanan penyeberangan antarpulau.










