TVRINews, Sulawesi Tenggara
Ancaman kekeringan akibat musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino mulai menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Kondisi ini berpotensi berdampak terhadap sektor pertanian yang bergantung pada ketersediaan air.
Kekeringan yang berlangsung lebih panjang dapat mengganggu produksi tanaman pangan, terutama padi, dan berpengaruh terhadap ketersediaan pangan di daerah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulawesi Tenggara Ari Sismanto mengatakan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga ketahanan pangan di tengah kondisi kemarau.
“El Nino merupakan kondisi kemarau yang cenderung lebih ekstrem dan berlangsung lebih panjang. Karena itu, daerah harus mengantisipasi agar ketersediaan pangan tetap terjaga. Berdasarkan data yang ada, stok pangan kita masih dalam kondisi aman,” ujar Ari.
Ia menyebut, stok beras di Sulawesi Tenggara saat ini mencapai sekitar 121 ribu ton. Persediaan tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga empat bulan ke depan.
Selain mengandalkan stok yang tersedia, pemerintah juga memperhitungkan produksi beras dari sejumlah wilayah yang masih memasuki masa panen dalam beberapa bulan mendatang.

Untuk menjaga produktivitas pertanian selama musim kemarau, pemerintah mendorong optimalisasi pompanisasi dengan memanfaatkan berbagai sumber air, termasuk sumur bor dan jaringan irigasi.
Pompanisasi diharapkan dapat membantu mempertahankan pasokan air ke lahan persawahan, terutama di wilayah yang mulai mengalami kekurangan air akibat rendahnya curah hujan.
Pemerintah juga terus memantau kondisi lahan pertanian untuk mengantisipasi potensi gagal panen akibat kekeringan. Upaya tersebut dilakukan agar produksi padi tetap berjalan meski musim kemarau memasuki periode puncak.
Dengan dukungan stok beras yang dinilai masih mencukupi serta produksi dari sejumlah daerah yang masih berlangsung, pemerintah optimistis kebutuhan pangan masyarakat Sulawesi Tenggara tetap dapat terpenuhi.
Namun, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat kondisi kemarau masih berlangsung dan ancaman kekeringan dapat meningkat apabila pasokan air terus menurun.










