TVRINews, Kendari
Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari akan membangun tanggul beton sepanjang kurang lebih 300 meter dengan ketinggian tiga meter di kawasan Kali Wanggu, Kota Kendari, tahun ini. Pembangunan tanggul tersebut ditargetkan rampung pada 2026 sebagai langkah jangka pendek untuk mengurangi risiko banjir akibat luapan Kali Wanggu.
Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Kendari, Muhammad Harliansyah, mengatakan dana untuk konstruksi tanggul telah disiapkan. Pembangunan akan dilaksanakan setelah proses pembebasan lahan selesai. Saat ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Kota Kendari masih mempercepat persiapan lahan yang dibutuhkan.
“Alhamdulillah dana konstruksi sudah kita siapkan dan tahun ini kita akan bangun dan saat ini sedang dipersiapan pengadaan lahan oleh pemerintah provinsi dan didukung pemerintah kota kendari,” ungkapnya, Kamis, 3 September 2026.
BWS Sulawesi IV Kendari juga telah melakukan sejumlah persiapan teknis untuk mendukung pekerjaan konstruksi.
Pembangunan tanggul ini menjadi salah satu langkah cepat pemerintah untuk mengurangi risiko luapan Kali Wanggu, terutama setelah banjir melanda kawasan tersebut pada Mei 2026 lalu.
Muhammad Harliansyah menegaskan, tanggul tersebut ditargetkan selesai pada 2026. Namun, infrastruktur ini bukan merupakan solusi permanen untuk mengatasi banjir di Kota Kendari.
“Tanggul dikondisikan sebagai solusi jangka pendek, sambil pemerintah menyiapkan sistem pengendalian banjir yang lebih menyeluruh,” tambahnya.
Sebelumnya, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah langkah penanganan di koridor sungai dan sistem drainase perkotaan Kendari.
Untuk penanganan jangka panjang, BWS Sulawesi IV Kendari menyiapkan pembangunan kolam retensi Nanga-Nanga di kawasan Amohalo, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga.
Pembangunan kolam retensi tersebut direncanakan pada periode 2027 hingga 2028 dan diproyeksikan mampu mengurangi risiko banjir di Kota Kendari hingga sekitar 54,14 persen.
Dengan pembangunan tanggul sebagai penanganan jangka pendek dan kolam retensi sebagai solusi jangka panjang, pemerintah berharap risiko banjir di kawasan Kali Wanggu dan sekitarnya dapat ditekan.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi dampak banjir saat musim hujan, tetapi juga memperkuat sistem pengendalian banjir Kota Kendari secara bertahap.










