TVRINews - Buton
Perempuan, khususnya ibu, dinilai memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kebangsaan kepada anak sejak berada di lingkungan keluarga. Melalui pola asuh dan kebiasaan sehari-hari, berbagai nilai seperti kebersamaan, tanggung jawab, toleransi, dan menghargai perbedaan dapat diperkenalkan sejak dini.
Rektor Universitas Muhammadiyah Buton, Wa Ode Al Zarliani, mengatakan keluarga merupakan lingkungan pertama bagi anak untuk mengenal nilai, sikap, serta cara berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Menurutnya, kedekatan ibu dengan anak dalam kehidupan sehari-hari memberikan ruang yang besar bagi perempuan untuk membentuk kebiasaan sekaligus memberikan teladan kepada generasi muda.

“Begitu lahir seorang anak, tentu itu madrasah pertama bagi anak itu keluarga, terutama peran ibu yang setiap hari tentu notabenenya bertemu seorang ibu. Jadi, ibulah yang paling dekat dengan anak-anak,” ujarnya.
Wa Ode mengatakan penanaman nilai kebangsaan tidak harus selalu dilakukan melalui pembelajaran teori. Sikap saling menghargai, gotong royong, bertanggung jawab, serta menerima perbedaan dapat ditunjukkan melalui perilaku sehari-hari di lingkungan keluarga.
Menurutnya, anak cenderung belajar dari kebiasaan dan contoh yang mereka lihat secara langsung. Karena itu, penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan keluarga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter anak.
Peran keluarga dinilai semakin penting di tengah perubahan lingkungan sosial dan derasnya arus informasi yang diterima anak. Pendidikan karakter tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada sekolah, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama.
Nilai persatuan, toleransi, dan tanggung jawab sosial juga perlu diterapkan secara konsisten agar tidak berhenti pada pemahaman secara teori. Kebiasaan yang terbentuk di rumah kemudian diharapkan terbawa ketika anak berinteraksi di sekolah maupun di tengah masyarakat.
Lebih dari sekadar pengasuhan, perempuan turut berperan dalam membentuk cara generasi muda memahami perbedaan, membangun kebersamaan, serta menjalankan tanggung jawab sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.










