TVRINews - Kendari
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat realisasi penerimaan perpajakan hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp2,99 triliun.
Kepala Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Tenggara Iman Widhiyanto mengatakan, realisasi tersebut mencapai Rp2.999,46 miliar atau tumbuh 46,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Realisasi tersebut terdiri atas penerimaan pajak dalam negeri sebesar Rp2.640,25 miliar dan penerimaan kepabeanan sebesar Rp359,21 miliar.
“Penerimaan pajak di Sultra mayoritas mengalami pertumbuhan positif. Komponen pajak yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Pajak Bumi dan Bangunan yaitu sebesar 160,82 persen, diikuti oleh pajak lainnya sebesar 148,60 persen dan Pajak Pertambahan Nilai sebesar 57 persen year on year,” ujar Iman kutip Selasa, 29 September 2026.
Dari sisi pajak dalam negeri, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang meningkat 160,82 persen. Penerimaan pajak lainnya tumbuh 148,60 persen, sementara Pajak Pertambahan Nilai (PPN) meningkat 57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski demikian, tidak seluruh komponen penerimaan pajak mencatat pertumbuhan positif. Penerimaan cukai masih mengalami kontraksi sebesar 13,37 persen, sedangkan penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) tumbuh terbatas sebesar 1,24 persen.
Sementara itu, penerimaan dari sektor kepabeanan mencapai Rp359,21 miliar dan tumbuh 124,36 persen secara tahunan.
Penerimaan tersebut didominasi bea masuk yang mencapai Rp358,62 miliar atau tumbuh 124,37 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Menurut Iman, peningkatan penerimaan bea masuk salah satunya didorong aktivitas impor peralatan yang digunakan dalam pembangunan smelter di Sulawesi Tenggara.
Realisasi penerimaan bea dan cukai pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP C Kendari bahkan telah mencapai 224,75 persen dari target tahunan.
Capaian tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan internasional, khususnya impor peralatan industri, turut memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara di Sulawesi Tenggara.










