TVRINews, Baubau
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Baubau menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menghadapi dampak fenomena El Nino yang diprediksi mencapai puncaknya pada September mendatang.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut Pemerintah Kota Baubau dalam mengantisipasi potensi kekeringan dan krisis air bersih yang dapat terjadi selama musim kemarau.
Upaya antisipasi dilakukan melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi El Nino. Satgas tersebut bertugas mengantisipasi potensi penurunan debit sumber air, krisis air bersih, serta mengurangi risiko bencana hidrometeorologi di wilayah Kota Baubau.
Salah satu langkah prioritas yang disiapkan Dinas PUPR Kota Baubau adalah mengoptimalkan fungsi embung atau kolam penampungan air yang berada di depan Kantor Dinas PUPR.
Embung berkapasitas besar tersebut akan difungsikan sebagai cadangan air sementara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun sebagai pasokan darurat saat terjadi kebakaran.
Kepala Dinas PUPR Kota Baubau, Yudi Masril, mengatakan ketersediaan air di embung tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan darurat, khususnya bagi masyarakat di wilayah Betoambari dan Murhum.
“Jadi memang ada upaya upaya yang perlu dilakukan mitigasi awal, kami juga sudah siapkan langkah langkah salah satunya kami optimalkan bak penampungan kantor PU sebagai penampungan air sementara termasuk air cadangan jika terjadi kebakaran,” jelas Yudi, dikutip Senin, 31 Agustus 2026.
Selain itu, Dinas PUPR Kota Baubau bersama Perumda Air Minum Tirta Semerbak akan melakukan survei terhadap sejumlah sumber mata air.
Survei tersebut dilakukan untuk mengetahui dampak El Nino terhadap penurunan debit air baku sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan apabila kondisi kekeringan semakin meluas.
Pemerintah juga terus mendorong perbaikan jaringan distribusi air bersih yang memanfaatkan sumber air dari Kabupaten Buton Selatan.
Pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai saat ini tengah melakukan penggantian sekitar lima kilometer pipa galvanis menjadi pipa HDPE yang dinilai lebih kuat dan tahan lama.
Penggantian jaringan pipa tersebut diharapkan mampu mengurangi kebocoran dan kehilangan air selama proses distribusi, sehingga pasokan air bersih kepada masyarakat dapat tetap terjaga di tengah ancaman musim kemarau.
Yudi Masril menegaskan, langkah-langkah tersebut membutuhkan sinergi lintas sektor agar penanganan dampak El Nino dapat dilakukan secara optimal dan tepat sasaran.
Melalui berbagai upaya antisipasi sejak dini, Pemerintah Kota Baubau berharap ketersediaan air bersih tetap terjaga, pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu, serta dampak El Nino dapat diminimalkan demi menjaga ketahanan daerah menghadapi musim kemarau.









